Mau Jadi Pengusaha Di Usia Muda? Harus Bisa Lewati 5 Tantangan Ini, Ya!

Dari satu tempat, kini bimbel tersebut telah memiliki lima cabang dengan omzet mencapai Rp360 juta per semester. William Tanuwija merupakan seorang pria kelahiran 11 November ini adalah seorang anak daerah yang merantau ke ibukota setelah lulus SMA dan meneruskan pendidikan sarjananya di Jakarta. Untuk meraih kesuksesannya, usaha yang dilakukan William tidaklah mudah, dirinya bahkan pernah menjadi penjaga warnet untuk mendapat uang tambahan. Namun dari menjaga warnet inilah, dirinya mengenal dunia web secara lebih dalam. Dalam pemaparannya, Hamzah mengatakan bahwa pencapaian menjadi seorang pengusaha dengan omzet milyaran rupiah yang kini telah diraihnya tersebut tidak terlepas dari perjuangan masa lalunya. Hamzah mengaku, dalam memulai bisnisnya pernah beberapa kali gagal hingga sempat putus asa.

Cara menjadi pengusaha muda

Ya, karena semangat merupakan salah satu kunci saat kamu ingin menjadi seorang pengusaha muda yang sukses. Jika kamu semangat saat menjalani usaha tersebut, maka semua halangan akan terlihat lebih mudah. Dengan adanya semangat, apabila kamu mengalami kegagalan kamu tidak akan takut untuk kembali bangkit dari kegagalan tersebut. Beberapa orang bisnis di usia muda harus jatuh terlebih dahulu untuk menaiki setiap tangga kesuksesan.

Kemauan yang kuat yaitu kunci utama untuk memulai berwirausaha. Disamping itu, Hamzah menambahkan, berpikir kreatif dan konsisten sangat diperlukan. “Dalam berwirausaha jangan terlalu banyak berpikir untung rugi. .Setelah itu harus berani jual diri dengan cara mempromosikan hasil inovasi kepasaran,” jelasnya.

Dalam penerapan di kehidupan sehari-hari, lebih baik cepat daripada sempurna. Dari 24 jam yang ada, kita juga yang menentukan hal-hal yang perlu kita lakukan. Untuk mencapai efisiensi yang maksimal, coba latih diri kita masing-masing untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat di luar kebiasaan setiap harinya.

Usia, jenis kelamin, pendapatan, ras, dan budaya kelompok goal Anda akan memainkan peran besar dalam menentukan di mana Anda dapat membuka toko. Anda tidak perlu memiliki semua jenis pendidikan formal untuk menjadi wirausaha, tetapi itu tidak berarti Anda harus mengabaikan pendidikan sepenuhnya. Jika Anda ingin memulai perusahaan teknologi, pengalaman dalam bisnis, pemrograman komputer, dan pemasaran semuanya bisa berharga.

Ketika semua sudah dijalankan, jangan pernah untuk melupakan evaluasi. Apa yang kurang, apa yang perlu di improve, dan pengembangan apa yang harus dilakukan. Evaluasi akan membantu Anda untuk melihat apa saja yang masih kurang dan perlu diterapkan lebih jauh dalam bisnis Anda ke depan. Tantangan dalam bisnis selalu muncul setiap saat, meskipun Anda tidak ingin menemuinya.

Lebar